Sesosok manusia bergelar ayah

Moyorieki no kaisatsu nukereba itsumo yori chotto yuukan na otousan Daddy!
Sono senaka ni aisuru hito no WowWow koe ga suru.
You gatta run for today! Iza ika 'n gooru he.

Sakuban no tsukare to arukooru ga mada nokotta gozen roku ji. Oh!
Kurai nyuusu yasai juusu de nagashikomi asa kara zenryoku shissou.
Kitto kyou mo shichitenhattou demo narasu na 10 kaunto.
Kazoku nitotte no hiiroo ni naru tame koron de mo tachiagarun da ze.
Funkey Monkey Babys - Hero

Lagu dari Funky Monkey Babys mengalun menembus telinga dari handphone menemani perjalanan malam saya ke warnet untuk Blog Walking gara-gara internet di rumah mati sedari siang. Lagu ini bercerita tentang seorang anak kecil yang rindu bermain dengan ayahnya yang sibuk bekerja.  Di balik rasa rindunya ia merasa bangga dan kasihan dengan ayahnya. Terus kenapa? terus saya galau. Jadi setelah saya kelar BW saya nulis ngetik artikel ini.

Jadi ceritanya ayah saya meninggal ketika saya masih SMP.  Oke, you dont need to say that you felt sorry for me. Saya sudah cukup terbiasa dengan sensasi sedih kalau lagi ingat ayah. Well, semasa ayah saya hidup ayah saya adalah pribadi yang keras dalam mendidik anak-anaknya. Apa yang saya ingat dari beliau? wajah marahnya, suara kerasnya, dan banyak sekali hal negatif lainnya. Saya kecewa? iya!! Saya marah dengan perlakuan itu? iya!!. Iya itu dulu.. dulu sekali. Sekarang saya juga marah. Tapi marah sama kelakuan saya dulu. Saya merasa berdosa dan durhaka karena ngga jadi anak yang berbakti dan baik sama orang tua.

So guys, kalau orang tua kalian masih lengkap, bersyukurlah. Saya engga tahu mungkin diantara kalian ada yang merasa orang tuanya buruk, jahat dll dst etc. Well kalian harus cukup dewasa dengan menganggap mereka juga adalah manusia dengan segala kekurangan mereka. Mereka bukanlah manusia yang sangat sempurna, bukan pula superhero. Tapi apapun yang mereka lakukan, seburuk apapun itu di matamu, saya yakin mereka tak bermaksud buruk. They love you.

pc230 i love daddysumber gambar
Advertisements

13 thoughts on “Sesosok manusia bergelar ayah

  1. memang mempunyai orang tua yang masih lengkap itu kita terkadang lupa dan tidak mensyukuri hal itu. dan jika salah satu orang tuanya telah tiada, maka dia baru merasakan hal itu. Semangat menghadapi hari-hari!!

  2. Saya sempet mabuk baca tulisan pertamanya, untung gak sampai mata saya copot.

    Baca ini bikin saya sadar kalo keluarga itu hal yang paling berharga. Semangat bang

  3. makasih sudah ngingetin ya Zar!! Ayah ku pun juga sering melakukan perbuatan yang aku nggak srek, tapi bagaimana pun nggak ada Ayah, mana bisa ada aku…good post!:) semangat!

  4. Waaaw, lagi mellow ya…
    Gue ngerti perasaan elo (⌣.⌣’)\(‘́⌣’̀ )
    Sekarang buktikan kalo elo bisa jadi anak hebat, bokap elo bisa ngeliat elo dari ‘sana’
    (ง•̀˛•́)ง

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s