Review Buku : Madre by DEE

Camera 360

Judul Buku : Madre – Kumpulan Cerita

Pengarang : DEE

Penerbit : Bentang

Tebal Halaman : 164Β 

Hai hai, saya lagi nyobain meresensi sebuah buku yang baru-baru ini saya baca. Semoga berkenan dan silahkan menikmati πŸ˜€

“Apa rasanya jika sejarah kita berubah dalam sehari? Darah saya mendadak seperempat Tionghoa, nenek saya seorang penjual roti, dan dia, bersama kakek yang tidak saya kenal, mewariskan anggota keluarga baru yang tidak pernah saya tahu : Madre.

Kata-kata di atas menjadi sebuah paragraf yang tertulis di belakang buku ini. Buku berjudul Madre – kumpulan cerita ini merupakan kumpulan prosa karangan DEE selama 5 tahun terakhir. Selain cerita, di dalam buku ini juga terdapat puisi. Saya mengenal DEE dari seri Supernova karangannya yang menjadi novel best sellerΒ dulu. Jujur saat itu saya tidak suka dengan cara DEE bercerita. Bagi saya, tulisan dengan banyak kosakata sulit yang sebenarnya bisa dipermudah seperti karya Andrea Hirata (Tetralogi Laskar Pelangi) itu melelahkan dan tidak nyaman. Ketika membaca buku ini, saya takjub dengan isi dan struktur kalimatnya, lebih lugas dan mudah dicerna. Seketika saya langsung jatuh hati pada buku ini. Buku yang cukup ringan dan tidak melelahkan ketika dibaca, tetapi tetap menjadi buku yang sarat makna dan pelajaran hidup

Seperti yang telah saya sebutkan di atas, buku ini berisi beberapa karya DEE. Tetapi saya paling terkesan dengan sebuah cerita berjudul sesuai dengan judul buku ini, Madre. Madre yang mengisi lebih dari setengah isi buku ini berkisah tentang Tansen, seorang pemuda yang terbiasa bebas dan bekerja freelance di sana sini, tiba-tiba hidupnya harus berubah karena silsilah keluarganya yang ternyata berbeda dengan yang ia ketahui selama ini. Bersamaan dengan berita kematian kakek aslinya, ia mendapatkan warisan tak terduga. Sebuah adonan biang berumur 70 tahun yang dinamakan Madre. Cerita lengkapnya dibaca sendiri ya, saya nggak mau kasih spoilerΒ biar kalian baca sendiri dan mendukung kelangsungan hidup penulis berkualitas. πŸ˜€

“Namun jelaslah kini, kami adalah tiga orang yang berusaha menggapai impian masing-masing dengan bergandengan tangan. Mei, yang ingin menebus kesalahan pada kakeknya dengan memelihara Madre. Pak Hadi, yang menanti kedatangan seorang Mesias untuk menyelamatkan Tan de Bakker. Dan aku, si manusia tak punya mimpi yang akhirnya ingin memiliki mimpi. Mimpi yang kini punya nama: Tansen de Bakker.”

Cerita Madre ini mengajarkan tentang keajaiban Tuhan dalam membolak balik kehiduan manusia. Bahwa manusia adalah sosok perencana yang sebenarnya sangat handal dan Tuhan akan memberikan final touch-nya dengan cantik. Yang diperlukan manusia adalah, memahami rencana rencana Tuhan dengan baik. Madre mengajarkan pengejaran mimpi tidak harus dilakukan terburu-buru. Pengejaran mimpi dapat dilakukan seiring dengan berjalannya waktu. Terkadang kondisi kehidupan terasa memaksa kita dan membuat kita tidak nyaman, tetapi bukankah pelangi selalu datang setelah hujan?.

Ngomong-ngomong Madre ternyata sudah diangkat menjadi sebuah film yang dibintangi oleh Vino G. Sebastian sebagai Tansen dan dimeriahkan juga oleh Didi Petet. Film ini belum rilis dan saya sangat menunggu penayangannya. Saya senang dengan film bioskop anak negeri yang berkualitas seperti Madre mengisi bioskop-bioskop Indonesia daripada harus penuh dengan film-film bokep bertopeng horor yang menjemukan.

Advertisements

18 thoughts on “Review Buku : Madre by DEE

  1. cieeeee…yang belajar review buku πŸ™‚
    wah bakalan di filmkan ya ceritanya? Vino jadi bintangnya? serius? mesti nonton nih..
    thanks udah kasih infonya, memang Tuhan punya banyak rencana buat umatnya. Tuhan mampu membolak-balikkan semua hal di dunia ini.

    • Nizar says:

      iyanih.. biar ada kemajuan πŸ˜€
      kayaknya bagus dan menjanjikan. ada Didi petet pula πŸ˜€

      Tuhan emang keren πŸ˜€

  2. Aaaargkh! Aku udah baca buku ini dulu, tapi pinjem. Saking seru dan sukanya, aku gak puas kalau belum punya, jadinya beli lagi πŸ˜€

    Iya, udah sempet denger mau difilmin, tapi dengernya udah lama. Kalau gak salah maret :/
    oh, jadi belum dirilis yah? Wahahasik, berarti masih ada kesempatan πŸ˜€

  3. hahaha. commentnya nisa merusak suasana,,,, -__-
    tp dipikir2 bener jg sih…msalahnya kyak “indonesia banget”..

    emg bacaan berat…bnyak istilah yg saya-nggak-paham cuma dengan sekali baca… –“

  4. setau gue bang emang buku terbitan bentang itu rata2 sarat makna πŸ˜€ sok tau gue yah haha
    gue juga punya buku terbitan bentang “guru gaul murud unyiu” itu bahasnya keren, gue ajah sampe pusing nyariin kamus bahasa indo haha

  5. ‘Yang diperlukan manusia adalah, memahami rencana rencana Tuhan dengan baik’

    Serius. Kata-kata itu bikin gue kesengsem jadi pengen beli tuh buku. Iya, keren banget buat dijadiin motivasi. Jadi, penasaran. Tapi, kok cuma 164 hal aja ya? kemungkinan besar, gue abisin ga nyampe sehari baca tuh buku.

  6. kayaknya seru dansarat pelajaran hidup yak Zar, jadi pingin baca sama ping bisa liat filmnya nih, mana yang main bakalan cucok banget gitu Zaaar…eh btw lama nggak keliatan lo nih, hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s