Obrolan Keren dan Curhat Colongan

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh…

Saya bingung harus memulai cerita saya darimana. Jadi begini, beberapa hari yang lalu saya tiba tiba tertarik ingin tahu tentang trauma, luka mental dan hal-hal psikologis sejenis itu. Tetapi karena kesibukan seorang guru menjelang UTS saya nggak sempat nyari-nyari bahan dan cuma bisa nge-tweet curhat. Berawal dari tweet itu, seorang teman komunitas yang lulusan psikologi salah satu universitas negeri di Malang tertarik dan saya pun meminta bantuannya untuk menjelaskan kepada saya tentang seluk beluk trauma. Dan karena kesibukan saya, baru kemarin saya sempat untuk mewawancarai dia sebagai seorang narasumber ahli (walaupun dia nggak mau saya sebut begitu, but she learned it for 4 years! i should say she know a lot of these things). Sesi wawancara yang sebenarnya lebih tepat disebut curhat atau bahasa kerennya adalah konseling/treatment ini membuat saya jadi tahu banyak hal.
screenshot-1381754468746

Hal pertama yang saya dapatkan dari obrolan keren sama dia adalah, Trauma bukanlah hal sepele. Orang nggak dengan mudah kena trauma dan trauma nggak bisa sembarangan dipakai untuk menyatakan sebuah perasaan takut yang besar. Trauma bisa disebabkan karena shock yang amat sangat. Dan penyebab dari shock itulah yang biasanya menjadi trauma bagi seseorang. Menurut teman saya, jaman sekarang orang dengan mudahnya memakai kata trauma untuk menunjukkan ketidaksukaannya pada suatu hal/kejadian. Yang paling saya ingat dari kata-katanya tentang mudahnya orang menggunakan kata trauma adalah:

kalo ada yang bilang trauma sama masa lalu? pret! bilang gitu tapi kemudian masih aja punya gebetan walau nggak pacaran. Kalo cuma kayak gitu belum sampai ke tahap trauma. Kalau misal ada cewek trauma karena disakiti pacar, paling gampangnya dia bisa benci sebenci-bencinya sama cowok. Bahkan dia bisa menolak untuk kawin atau parahnya memilih untuk menjadi lesbian!. – scha, dengan beberapa penyesuaian kalimat

Trauma adalah hal yang serius dan bisa diikuti dengan aksi yang mengkhawatirkan. Orang yang memiliki trauma bisa dilihat dari perilaku lanjutan yang banyak dan kompleks. Efek dari trauma bisa berupa panic attack, keringat dingin, hingga tubuh yang tidak bisa bergerak. Trauma bukanlah gangguan kejiwaan, tetapi trauma dapat mengantar seseorang untuk mengalami gangguan kejiwaan seperti mengurung diri di kamar, melakukan hal aneh dan lain-lain.

Diantara semua trauma, trauma yang paling berbahaya adalah trauma masa kecil. Trauma masa kecil akan terus dibawa seseorang hingga ia dewasa. Trauma masa kecil inilah yang biasanya membuat seseorang memiliki gangguan psikologis karena dengan memiliki trauma semenjak kecil, proses tumbuh kembang mentalnya sangat mungkin terganggu dan menjadikan dia memiliki gangguan psikologis misalnya phobia.

Lalu bagaimana dengan ketakutan dan rasa cemas yang juga disebabkan apa yang terjadi di masa lalu kita? menurut teman saya (lagi) ini hanyalah sebuah tindakan defensif dimana mnusia akan waspada dengan sebuah keputusan yang akan diambilnya berdasarkan pengalaman hidup. And believe it or not, sometimes we dont even remember what we experienced. Terkadang kita nggak sadar dengan apa yang sebenarnya  telah terjadi hingga waktu yang lama, kita hanya menjadi lebih berhati-hati. Sepertinya manusia yang merupakan makhluk paling keren buatan Allah memiliki sistem pertahanan diri yang keren juga. Ada semacam alarm yang membuat manusia ingat agar tidak melakukan sesuatu yang salah untuk kedua kalinya. Allah emang keren.

Apa yang membuat kita menjadi defensif akan suatu hal bisa dipengaruhi banyak hal. Teman saya memperkenalkan saya dengan Erik Erikson dan teorinya yaitu teori perkembangan psikosoial Erikson. Inti dari teori ini adalah kehidupan manusia dan perkembangan psikologisnya dibagi menjadi beberapa fase berdasarkan rentang umur. Dimana ketika tugas perkembangan psikologis dari tahap tersebut tidak terpenuhi dengan baik, maka akan ada perkembangan yang salah dari seseorang. And that explained a lot of things happen in my life. Saya jadi ngefans sama mbah Erikson. Hahahahaha.

Jadi apakah kalian merasa ada sikap yang tidak bisa kalian jelaskan mengapa bisa kalian miliki? coba cerna kehidupan kalian selama ini dan temukan sebabnya. Kalau nggak ngerasa perlu ya udah sih nggak usah repot repot. hahahahahahaha

Advertisements

22 thoughts on “Obrolan Keren dan Curhat Colongan

  1. untung saya gak punya trauma di masa kecill hehe ia kalau orang bilang trauma pacaran tapi masih mau pacaran lagi itu mah bukan trauma… yang trauma mungkin kakak mama saya yahhh… waktu masih SD mama saya mengalami kecelakaan motor sejak saat itu beliau tidak berani lagi naik motor sampai saya lulus SMA #eh kok malah ikutan curcoll yaaa pokoknya begitulahh… wuiihh ini mah curhatnya berujung postingan positif. kere. maaf ya baru sempat bw bang:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s