Menusuk dari Belakang itu Manusia Banget

TC 1 - KthxbyBeberapa hari kemarin saya mendengar beberapa berita secara berturut-turut. Inti dari berita-berita tersebut adalah masalah orang-orang yang dibelakang kita ngomongin kita atau mempermasalahkan sesuatu yang kelihatannya baik baik saja. Berita kayak gini emang biasa banget sih kejadian, cuma kok ya kebetulan semua berita yang saya dapat saat itu semuanya mengejutkan. Nggak bikin emosi banget tapi bikin kaget.

Menggunjing, menggosip atau apalah itu sebutannya memang mungkin sudah jadi hobi banyak orang. Sepertinya kebiasaan yang kalo di Islam disebut juga dengan Ghibah ini sudah menjadi kebiasaan yang manusiawi. Sebenarnya ghibah itu kalau menurut saya adalah perbuatan yang didasari sifat “nggak berani bilang langsung”. Secara budaya, mungkin bisa juga disebabkan oleh budaya orang Jawa yang cenderung “sungkan”. Sikap sungkan inilah yang akhirnya membuat orang menumpuk perasaan negatif lalu menuangkannya kepada orang lain dengan cara ghibah.

Biasanya nih, kalau ada temen saya atau orang yang tahu kalau dirinya diomongin di belakang reaksi yang paling umum dibuat adalah berkata “kalo lo berani, bilang langsung sama gue!”. Well, menurut saya kalimat itu meaningless banget. Kenapa? karena banyak dari kita yang juga melakukannya bukan? Kita dengan mudah menghina orang lain di belakang mereka dan marah ketika dihina. Kenapa? karena sebagaimana menusuk dari belakang, mau menang sendiri itu juga manusia banget. Disitulah saat dimana kontrol diri dari manusia yang membedakan kualitas dari setiap orang.

Sebenarnya kata kata “kalo lo berani, bilang langsung sama gue!” itu bisa jadi nggak meaningless kalau yang bilang itu benar-benar menjaga apa yang keluar dari lisannya. Ada contoh seorang teman baik saya di komunitas, dia lebih memilih menutup mulut dari semua masalah internal tentang hubungan negatif dia dengan orang lain kepada siapapun. Saya tahu masalah dia sama orang ketika orang lain itu koar koar di sosmed. Terlepas dari siapa yang salah dan apa masalahnya itu bukan urusan saya. Tapi bisa juga disimpulkan dari situ siapa yang lebih nggak mempermasalahkan itu hingga menyangkut orang lain yang nggak berkepentingan.

Terus gimana dong? Ya kan saya sudah bilang ghibah itu manusiawi. Ghibah itu asyik, kayak make narkoba gitu kan asik katanya bisa nge-fly alias mabok. dua duanya asyik dan dua duanya punya efek buruk. Ghibah berefek buruk secara sosial bagi orang lainΒ  diri sendiri. “Ah elu ngomong doang Jar! emang lu nggak pernah gitu ghibah!”. Loh kan sudah saya bilang ghibah itu manusiawi. Well saya orangnya memang lebih suka ngomong di depan kok. Saya tipe orang yang frontal ngomong langsung buat mencoba menyelesaikan masalah. Walau kadang saya memilih diam karena sadar kualitas lawan ngomong saya itu gak bisa kalau diajak ngomong. Kalau masalah pernah nggak pernah ghibah, saya akui saya pernah kelepasan lalai dan akhirnya ghibah. Saya akan mencoba buat lebih baik lagi dalam mengendalikan diri.

Advertisements

10 thoughts on “Menusuk dari Belakang itu Manusia Banget

  1. tapi mungkin ini juga bisa dikatakan membudaya di negeri kita. gak berani langsung didepan, tapi beraninya ngomongin di belakang.
    kebanyakan orang yang ngomongin itu didasarkan rasa iri dengki dan lainnya. dan dia menunjukkan bahwa di sangat gak mampu menyamai orang yang diomongin..

  2. karena kebanyak orang berpikiran kalau ngomong secara langsung akan menimbulkan perselisihan yang semakin jauh, padahal ngomong dibelakang itu yang bakal tambah gak baik. hhmm saya sering juga sih gitu. ya mau gimana lagi, terkadang kita juga bingung mau mulai ngomong dari mana, takut.

  3. Ini pertama kalinya aku berkunjung ke sini bang nizar πŸ˜€ Kemana aja kok gak pernah nongol di BE ? Terakhir ketemu pas kopdar malang kemaren ._. *oot*

    Hemm, ghibah ya ? Ghibah emang bener manusiawi. Tapi ya gak karna kita sebagai manusia dapet predikat seperti itu kita jadi bisa ghibah kapan aja kan ? πŸ™‚ Bang nizar emang bener, kualitas kendali diri setiap orang itu berbeda dan juga menentukan karakter orang tersebut.

    Kalo aku pribadi sih bang, kalo ada masalah dan ada yang ngomongin di belakang, aku sih biasa aja. Gak perlu koar – koar atau meyakinkan diri “kalo berani ngomong di depan”. Karna apa ? Ya karna emang biasa aja, gak ada jalan penyelesaiannya. Toh dia juga ngomongin di belakang, jadi menurutku tuh masalah pasti akan pudar dengan sendirinya. Inikok jadi curcol ? -_-

  4. salam kenal bang nizar πŸ™‚ kayanya ini kali pertama saya bertamu disini ya? iya gak sih? ._.
    hm, setuju sekali. saya juga kadang kalo udah kumpul sama temen2, mulutnya susah di rem. padahal tadinya udah niat gak mau ikutan, eh akhirnya satu dua kata keluar juga. Ujung2 nya jadi banyak-_-

    tapi ya apa mau dikata, yang namanya setan selalu punya cara buat ndorong manusia ke neraka. kadang mulut ini susaaaaaaaah banget ngontrolnya. Kalo mau belajar, harusnya mulut tuh belajar dari -maaf- pantat. Pantat aja kalo mau kentut jaga jaga dulu takut ada yang denger, masa mulut mau ngomong gak jaga jaga dulu. setuju? πŸ™‚

  5. manusiawi.. hmm.. saya juga kadang khilaf… masih sering ghibah *astaghfirllah.. padahal.ghibah jelas2 di larang dlm islam.. krn itu sama saja kayak makan daging saudara kita sendiri.. yahhh semoga kedepannya.. kita bisa lebih menginstropeksi diri lagi….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s